Pasar Klewer Solo Diguyur APBN 2016 Rp100 Miliar

Penjabat Wali Kota Surakarta Budi Suharto, Jumat, mengatakan untuk melanjutkan pembangunan Pasar Klewer, Pemerintah Pusat melalui APBN 2016 mengucurkan dana Rp100 miliar.

Pemerintah Pusat kembali mengguyur dana untuk proyek lanjutan pembangunan Pasar Klewer Solo, pasar tekstil terbesar di Jawa Tengah, yang ludes terbakar pada 2014 .

Kucuran anggaran dari Pemerintah Pusat untuk melanjutkan proyek pembangunan pasar tekstil terbesar di Jawa Tengah yang terbakar akhir 2014 lalu.

Dikatakan, tahap pertama pembangunan Pasar Klewer dibiayai dari APBN dengan kucuran dana Rp61,8 miliar. Dana tersebut dikucurkan dari total kebutuhan anggaran untuk membangun pasar senilai Rp157 miliar. Artinya, masih ada kekurangan dana Rp95,2 miliar. Dana tersebut, lanjutnya, diharapkan diterima pada tahun anggaran 2016.

“Pasar klewer dibangun bertahap diawali membangun struktur bangunan pada tahun ini,” kata Budi Suharto sambil menambahkan dengan dikucurkan dana dari Pemerintah Pusat sebesar Rp100 miliar berati kebutuhan dana untuk menyelesaikan pembangunan Pasar Klewer tidak ada masalah.

Tahap pertama, proyek membangun struktur bangunan empat lantai, meliputi basement, semi basement, lantai satu dan dua. Proyek pembangunan pasar hingga kini sudah mencapai 67 persen. Pihaknya telah meminta pihak Kontraktor pelaksana proyek untuk mengebut dan merampungkan pembangunan sesuai target waktu yang ditetapkan, yakni rampung sebelum tutup buku akhir tahun anggaran pada 18 Desember mendatang.

Kepala Dinas Pengelola Pasar (DPP) Pemkot Surakarta Subagiyo mengatakan Pemkot hanya mengandalkan bantuan dana dari Pemerintah Pusat untuk membangun Pasar Klewer.

Ia mengatakan anggaran yang dimiliki oleh Pemkot hanya mampu untuk mencukupi pembangunan pasar darurat untuk pedagang serta penyusunan dokumen perencanaan pembangunan pasar. Selain itu anggaran untuk membayar pengawas proyek.

Dikatakan rencananya, pusat perdagangan tekstil dan garmen itu akan dibangun seperti kondisi sebelum terbakar. Pemkot akan membangun kios untuk menampung 1.532 pedagang Pasar Klewer, 765 pedagang pelataran, 137 pedagang renteng dan 72 pedagang kaki lima (PKL). (Sumber)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses